Pengangguran Terbuka di Makassar Meningkat 15.92 Persen Selama Pandemi

LIMAPAGI - Pemerintah Kota Makassar menyebutkan jumlah pengangguran selama masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Berdasarkan data perekonomian Kota Makassar Tahun 2020 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 15.92 persen dari tahun sebelumnya atau di 2019 sebesar 12,14 persen. 

Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi mengatakan, meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Makassar, salah satunya akibat dari dampak pandemi Covid-19. 

"Pandemi ini buat sektor perekonomian anjlok, sehingga perusahaan industri harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan tak sedikit perusahaan terpaksa gulung tikar, jadi secara otomatis tingkat pengangguran meningkat," katanya di Makassar, Sulsel, Selasa, 29 Juni 2021.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Makassar, pemerintah kota pun secara perlahan memperbaiki kondisi perekonomian daerah. Termasuk mencari upaya bagaimana masyarakat di PHK ini bisa segera mendapat pemasukan untuk membantu ekonomi keluarga mereka. 

Fatma menyebutkan, salah satu yang dilakukan Pemkot Makassar adalah menggagas program Skill Development Centre (SDC) Kota Makassar. Program ini disebutkan juga untuk mendukung program prioritas Pemkot Makassar yakni Implementasi 10.000 Skill Training Gratis dan 100.000 Peluang Usaha dan Peluang Bisnis. 

"Kebijakan SDC ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan di Kota Makassar," terangnya. 

Fatma mengatakan, melalui program SDC Kota Makassar yang digagas sejak 2018 lalu mampu mengurangi pengangguran yang ada di Kota Makassar. Bahkan pada periode 2018-2019, pengangguran berkurang sebanyak 12.801 orang. 

Sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menurun sebesar 0,37 persen, yang sebelumnya sebesar 12,14 persen menjadi 10,39 pada Agustus 2019. 

"Makanya kita harapkan dengan meningkatnya angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 ini, program SDC ini bisa jadi solusi bagi masyarakat kita yang tidak memiliki pekerjaan," harapnya. 

Dirinya menjelaskan, SDC merupakan sebuah forum komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi yang melibatkan empat unsur. Pertama, Academik atau lembaga diklat yang meliputi sekolah menengah kejuruan, balai latihan kerja (BLK), lembaga pelatihan kerja (LPK), politeknik hingga universitas atau perguruan tinggi. 

Kedua, unsur Business atau dunia usaha dan industri. Ketiga, unsur Community yang didalamnya terdapat masyarakat dan asosiasi. Keempat, unsur Government atau pemerintah daerah. 

SDC Kota Makassar hingga saat ini telah melaksanakan pelatihan kompetensi sebanyak 2.600 peserta dengan skema retail yang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian. Untuk memaksimalkan program SDC Kota Makassar, tahun ini pemerintah berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja Makassar untuk mengadakan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi untuk 254 peserta dengan 12 program pelatihan.

“Tentu SDC Kota Makassar sebagai mitra strategi yang menjadi motor penggerak kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan dunia industri bersama lembaga diklat untuk bekerja cepat dalam menurunkan jumlah pengangguran di Kota Makassar,” harap Fatma.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post