Dihajar Massa, 2 Jambret di Semarang Terancam 7 Tahun Penjara

LIMAPAGI - Sudah jatuh tertimpa tangga. Dua jambret di Kota Semarang, Jawa Tengah, babak belur dihajar massa saat beraksi, kini harus menghadapi ancaman tujuh tahun penjara.

Dua tersangka kasus pencurian adalah Agil Wisna Suraji dan Adi Kurniawan., warga Kelurahan Jomblang, Candisari, Kota Semarang  Mereka tepergok dan jadi bulan-bulanan massa ketika menjambret handphone di Tembalang, Kota Semarang, Minggu, 27 Juni 2021.

Saat dihadirkan di jumpa pers kasus itu di Mapolrestabes Semarang, kepala Adi Kurniawan masih berbalut perban, menutup luka bekas dihajar warga.

"Kedua tersangka mencuri handphone milik Karina Dwi Hapsari di warung angkringan di Jalan Prof Suharso, RT 6 RW 2, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana, Selasa, 29 Juni 2021.

Kronologinya, saat itu korban Karina tengah bermain ponsel di angkringan milik kakaknya. Tiba-tiba tersangka Adi mengambil paksa handphone merek Oppo dari genggaman korban.

"Sedangkan tersangka Agil menunggu di sepeda motornya," ujar Indra didampingi Kapolsek Tembalang Kompol Arsadi.

Kaget dengan aksi jambret itu, Karina spontan berteriak. Dua tersangka berupaya kabur menggunakan Satria FU ke arah Meteseh. Namun di tengah pelariannya, mereka berhasil diringkus warga setelah terjatuh dari motor. Keduanya kemudian dihajar hingga babak belur.

Polsek Tembalang yang mendapat laporan penangkapan pelaku jambret langsung mengamankan dan membawa keduanya untuk diproses hukum. 

"Pengakuan tersangka baru mencuri sekali. Tapi kami masih melakukan pendalaman apakah mereka juga melakukan aksinya di tempat lain," imbuh dia.

Tersangka Adi mengaku nekat menjambret ponsel korban dengan modus pura-pura jadi pembeli di angkringan.

"Pura-pura akan beli es teh di angkringan. Saat itu korban sedang bermain ponsel, langsung saya ambil," katanya.

Atas perbuatannya, dua tersangka kini menghadapi proses penyidikan kepolisian. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun. Turut disita sebagai barang bukti ponsel dan sarana kejahatan, yaitu sepeda motor Satria FU.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post