10 Remaja Pelaku Pembunuhan Jukir di Makassar Ditangkap

LIMAPAGI - Sebanyak 10 orang terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian terhadap juru parkir(Jukir), Syahrul alias Callu, 18 tahun, di Kota Makassar, kini berhasil ditangkap Jatanras Polrestabes Makassar. Korban tewas karena mengalami luka tebasan parang, tusukan badik hingga dihantam batu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fatur Rachman mengatakan dalam kasus penganiayaan berujung maut di Waduk Antang, Manggala, kini berhasil menangkap 10 orang pelaku. Mereka yang didominasi anak di bawah umur ini berhasil ditangkap di beberapa lokasi berbeda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Awalnya, kami menangkap enam pelaku, dan kemudian dikembangkan hingga ada 10 orang. Mereka ditangkap kurang dari 24 jam pasca kejadian," kata Jamal kepada wartawan, Kamis 29 Juli 2021.

BACA JUGA : Begini Kronologi Pelakor Ditikam Istri Sah Usai Perawatan di Klinik Kecantikan

Ke 10 orang yang ditangkap ini masing-masing bernama Muh Farid, 20 tahun, Muh Murdiono alias Nono, 18 tahun, Anugrah, 18 tahun, Nanda Pramudia Ryan, 19 tahun, Wildan al Qisty, 18 tahun, dan Arya Saputra, 19 tahun. Kemudian, empat orang yang masih di bawah umur masing-masing berinisial, MM, 16 tahun, AR, 16 tahun, ZK, 17 tahun dan MZ, 16 tahun."Empat dari 10 pelaku merupakan pelajar," tegasnya.

Saat melakukan penganiayaan, mereka ini memiliki peran yang berbeda. Tetapi, dua orang diantaranya yakni Farid dan Wildan, merupakan pelaku utama. Farid menebas korban dengan parang, sedangkan Wildan menusuk korban dengan badik hingga tewas. Selebihnya, ada yang memukul batu, kepalan tangan dan ada menjaga lawan."Satu orang masih DPO. Identitasnya sudah kami kantongi," ungkapnya.

Pembunuhan Dipicu karena Dendam

Jamal mengaku, penganiayaan berujung maut ini dipicu karena dendam. Dimana, korban dan temannya sebelumnya disebut telah memukul teman dari pelaku hingga sepeda motornya dirusak dan dibuang ke selokan."Motifnya, membalas dendam dikarenakan temannya sudah dipukul oleh korban dan teman-temannya,"bebernya.

Sebelumnya, penganiayaan terhadap pemuda asal Jalan Bitoa Lama Makassar ini, terjadi pada Rabu 28 Juli 2021 kemarin sore. Awalnya, korban tengah mengatur kendaraan di waduk, tiba-tiba ia didatangi sekelompok pemuda yang mengendarai motor sambil boncengan.

Kemudian, kawanan dari pemuda tersebut langsung mengeroyok korban. Akan tetapi, korban sempat berusaha lari bermaksud untuk menyelamatkan diri. Tetapi, korban terus dikejar dan langsung ditebas parang hingga jatuh tersungkur.

"Korban diparangi yang mengenai pipi dan lengan kiri. Saat korban terjatuh, kembali dihantam batu lalu ditikam mengenai ulu hatinya hingga meninggal dunia," jelasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku kini telah diamankan di Polrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Selain pelaku, polisi juga telah menyita lima unit sepeda motor yang digunakan pelaku serta dua senjata tajam jenis parang dan badik.
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post