Zona Merah Jateng Jadi 25 Daerah, Ganjar Beri Instruksi ke Bupati Wali Kota

LIMAPAGI - Daerah zona merah Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terus bertambah. Dari semula tiga daerah zona merah setelah Lebaran, kini ada 25 kabupaten kota yang masuk risiko tinggi penularan Covid-19.

Ke-25 daerah Jateng yang masuk zona merah Covid-19 adalah Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Pati, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo dan Kabupaten Magelang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengambil langkah cepat untuk menekan penyebaran virus Covis-19. Instruksi Gubernur No 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah langsung diterbitkan.

"Instruksi Gubernur sudah saya kirimkan ke seluruh bupati wali kota di Jateng. Saya minta instruksi itu benar-benar dijalankan agar lonjakan kasus Covid-19 di Jateng saat ini bisa segera dikendalikan," kata Ganjar, Selasa, 29 Juni 2021. &

Dalam instruksi gubernur itu ada dua poin utama yang digariskan Ganjar. Poin kesatu adalah instruksi untuk bupati walikota. Setidaknya jika diringkas ada tujuh perintah langsung Ganjar kepada para kepala daerah di Jateng.

Yakni, bupati wali kota wajib melakukan pembatasan total atau lockdown di RT/RW/desa dan kelurahan yang masuk zona merah. Lockdown dalam bentuk membatasi mobilitas warga keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB. Semua warga dilarang beraktivitas di luar jam itu kecuali darurat.

Kemudian melarang kerumunan yang melibatkan lebih dari tiga orang. Melarang keramaian di tempat umum dan meminta &kegiatan keagamaan dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing sampai wilayahnya tak lagi masuk zona merah.

“Pelaksanaan pembatasan total tersebut harus dijaga ketat oleh aparat desa dengan melibatkan babinsa dan babinkamtibmas serta Satgas Jogo Tonggo,” tegasnya.

Ganjar juga memerintahkan bupati wali kota untuk mendorong gerakan Eling lan Ngelingke atau saling mengingatkan dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya 5M.

“Ingatkan masyarakat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” katanya.

Selanjutnya, bupati wali Kota diminta mengaktifkan call center atau hotline untuk pelayanan informasi dalam penanganan Covid-19. Setiap keluhan dan aduan dari masyarakat, harus ditangani secara cepat.

Kepala daerah juga harus memastikan ketersediaan obat, alat kesehatan, oksigen dan SDM tenaga kesehatan di masing-masing rumah sakit. Jumlah tempat tidur ICU dan isolasi harus ditingkatkan minimal 40 persen dari yang sudah tersedia saat ini.

Seluruh bupati wali kota menyediakan dan menyiapkan tempat isolasi terpusat. Aset-aset pemerintah bisa digunakan untuk keperluan itu.

Dan tak kalah penting adalah perintah untuk melakukan percepatan vaksinasi. Para kepala daerah diinstruksikan membuat sentra-sentra vaksinasi.

“Silakan bekerja sama dengan asosiasi dan komunitas untuk percepatan vaksinasi,” ujar Ganjar.

Sedangkan poin kedua, ditujukan kepada Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, rektor, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD di wilayah Jateng. Seluruhnya diminta untuk mendukung pelaksanaan penanganan covid-19 di lapangan sesuai kewenangan masing-masing.

Diketahui, pascaLebaran, tiga daerah di Jateng terjadi lonjakan kasus Covid-19 cukup signifikan. Yakni Kudus, Brebes dan Sragen.

Awal Juni zona merah bertambah menjadi delapan daerah, yaitu Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Sragen, Kabupaten Tegal dan Brebes.&

Pekan ketiga Juni bertambah jadi 13 daerah. Adalah Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri dan Kota Semarang. &

KABAR LAINNYA

Discussion about this post