Kepastian Penyerapan LNG untuk Listrik, Ini Jawaban Erick Thohir

LIMAPAGI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah memberi sinyal tentang kepastian penyerapan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk pembangkit listrik listrik di dalam negeri.

"Produsen LNG itu mayoritas Pertamina, jadi kemarin sudah ada rapat antara Pertamina dan PLN, kami komit pada kebutuhan dalam negeri," katanya di Jakarta, Kamis 6 Januari 2022.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Listrik, Erick Thohir Bakal Bentuk Subholding di PLN

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar LNG yang diproduksi di Indonesia juga diutamakan untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar negeri. Pernyataan itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan bahwa pasokan LNG justru melimpah karena rendahnya penyerapan yang dilakukan oleh industri-industri besar terkhusus pembangkit listrik.

SKK Migas mencatat realisasi pasokan LNG untuk PLN bersumber dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh adalah 58 kargo pada 2019, 40 kargo pada 2020, dan 54 kargo pada 2021. Sebanyak 96,5 persen pasokan LNG pada tahun lalu digunakan oleh industri domestik, terutama sektor kelistrikan, sedangkan sisanya 3,5 persen dijual ke luar negeri.

Baca Juga: Akibat Krisis Batu Bara, Erick Thohir Ganti Direktur Energi Primer PLN

Semua kebutuhan untuk energi bisa dipenuhi dari kedua kilang tersebut termasuk beberapa permintaan yang secara tata waktu berubah dari jadwal semula. Berdasarkan catatan SKK Migas ada kargo-kargo yang secara kontraktual telah disiapkan, namun tidak terserap oleh PLN, yaitu sebanyak 13 kargo LNG pada 2020 dan 11 kargo LNG pada tahun lalu.

Menanggapi situasi itu, Erick menyampaikan, Pertamina selaku produsen dan PLN sebagai konsumen LNG harus duduk bersama membahas komoditas ini ke depan agar tidak menghasilkan kebijakan yang prematur. Saat ini, gas secara industri tidak hanya LNG tetapi ada energi baru melalui gasifikasi batu bara yang dikenal dengan nama dimetil eter (DME), dikutip dari Antara.

"Untuk jangka pendeknya kebutuhan LNG di PLN yang disuplai Pertamina hari ini sudah putus bahwa diprioritaskan untuk kembali ke PLN, tapi mesti ada teken kontraknya karena semua mesti ada kepastian," ucapnya.

KABAR LAINNYA