Listrik 30.523 Warga Terdampak Erupsi Semeru Mati, 28.041 Kembali Nyala

LIMAPAGI - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan pemulihan aliran listrik terhadap 28.041 warga dari total 30.523 warga yang mengalami gangguan akses listrik akibat terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, jumlah warga yang kembali mendapatkan aliran listik itu setelah PLN melakukan pemulihan satu unit penyulang.

"Pemuthakiran data dari PLN siaga erupsi Gunung Semeru Senin pukul 23.28 bahwa penyulang terdampak erupsi 1 unit sudah menyala jadi 100 persen sudah selesai," kata Abdul dalam konferensi pers virtual 'Perkembangan Hari Keempat Pasca Erupsi Gunung Semeru' di YouTube BNPB Indonesia, Selasa, 7 Desember 2021.

Baca Juga: ITB Kerahkan Tim Peneliti ke Lokasi Erupsi Gunung Semeru

Abdul menyebut, sebanyak 112 unit gardu yang dilaporkan rusak atau berada di zona belum aman erupsi Gunung Semeru kini telah normal. "Sudah menyala 112 unit sehingga 100 persen pulih," ujar Abdul.

Baca Juga: Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Jadi 4.250 Jiwa dari 15 Kecamatan

Menurutnya, masih terdapat 2.482 warga yang aliran listrik rumahnya belum pulih akibat beragam faktor. Namun secara persentase dari total usaha pemulihan kelistrikan pasca-bencana unit yang telah dinyalakan listriknya sebanyak 91,8 persen.

"Untuk pelanggan 30.523 terdampak, masih ada yang padam 2.482 sehingga sudah menyala 28.041 unit," tuturnya.

Baca Juga: Nama 10 Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru Teridentifikasi di RSUD Haryoto

Abdul berharap usaha untuk penormalan litrik dari PLN terhadap pelanggan terdampak erupsi Gunung Semeru dapat membuat proses tanggap darurat tidak mengalami kendala. "Jadi kita harapkan ini juga bisa mendukung proses tanggap darurat dan early recovery di Kabupaten Lumajang," tandasnya.

Berdasarkan data BNPB hingga Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, korban erupsi Gunung Semeru tercatat 56 orang luka-luka, 22 orang hilang , dan 22 orang meninggal dunia. Korban yang meninggal dunia sebanyak 14 orang teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo, sementara 8 orang di Kecamatan Candipuro.


KABAR LAINNYA