Cegah Covid-19, Ini Panduan Ibadah Natal di Gereja dari Kemenag

LIMAPAGI - Kementerian Agama mengeluarkan panduan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Perayaan Natal Tahun 2021. Panduan ini ada dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 31 Tahun 2021.

Surat edaran berisi imbauan kepada penganut Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal agar aman dari penyebaran Covid-19. Menag menyebut, kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia adalah prioritas utama yang wajib dipertimbangkan.

“Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya,” kata Yaqut dalam edaran resminya, Kamis 2 Desember 2021.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Silaturahmi Virtual selama Natal-Tahun Baru 2022

Menag mengingatkan, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat ibadah pada saat Natal harus dilakukan. Apalagi saat ini juga tengah merebak varian baru Covid-19 yakni Omicron, yang disebut-sebut jauh lebih menular.

“Kita semua mesti waspada, terlebih dengan munculnya varian baru yakni Omicron di sejumlah negara. Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19,,” ujar Yaqut.

Sejumlah imbauan dicantumkan dalam panduan ini. Salah satunya yakni kapasitas gereja yang hanya boleh terisi 50 persen saja.

“Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50 persen (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan atau 50 (lima puluh) orang,” seperti tertulis dalam SE.

Baca Juga: ASN, Ingat Nih Tak Boleh Tawar Menawar Larangan Cuti Natal-Tahun Baru

Surat edaran juga meminta agar ada pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja. Kemudian juga harus ada penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari gereja, serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk.

“Mengatur jarak antar jemaah paling dekat 1 meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi,” tulis ketentuan di SE.

KABAR LAINNYA