Soal Bendera Putih di Bandung, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Proaktif

LIMAPAGI - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengintruksikan kepada kepala daerah di wilayahnya, untuk menerima aspirasi dari warga yang terdampak PPKM Darurat maupun Level 4. Alhasil tidak menimbulkan gejolak di wilayah kabupaten dan kota.

"Kalau ada keresahan dari masyarakat sesuai arahan Pak Kapolda juga, tolong wali kota, bupati, proaktif menerima aspirasi. Sehingga tidak ada aksi-aksi di jalanan sampai bendera putih," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers virtual, Kamis, 29 Juli 2021.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, pihaknya hanya dapat membantu ke tingkat provinsi, bila yang menyebabkan keresahan dari masyarakat tersebut terkait permintaan relaksasi yang berkaitan dengan pajak. 

"Kalau kewenangan (relaksasi pajak) di provinsi, pasti lakukan kemudahan untuk masyarakat termasuk pengusaha. Salah satu yang sekarang yang akan dilakukan provinsi dengan relakasasi pajak kendaraan," bebernya.

Baca Juga: Ratusan Pengusaha Kafe di Bandung Bakal Kibarkan Bendera Putih

Mantan Wali Kota Bandung ini mengaku paham dengan semua kondisi PPKM yang berdampak kepada daya beli masyarakat. Termasuk berimabas kepada pendapatan para pengusaha hotel, restoran, pasar, sampai pedagang kaki lima.

"Kita (Pemerintah Provinsi Jabar) kehilangan pendapatan hampir Rp5 triliun. Ini realita yang sedang kami hadapi, semua kesusahan, yang hilang ratusan ribu di warung kecil, puluha juta di restoran, miliaran di perusahaan, triliunan di pemerintah semua kehilangan dan kesusahan," bebernya.

Seperti diketahui akibat pembatasan yang berlaku pada PPKM Darurat dan Level 4, banyak masyarakat yang melakukan berbagai aksi turun ke jalan hingga pengibaran bendera putih.

Hal ini dilakukan mulai dari para pedagang, pengemudi ojek online, dan mahasiswa turun ke jalan di Kota Bandung. Sampai pengusaha restoran dan hotel yang mengibarkan bendera putih seperti di Kabupaten Garut dan Kota Bandung.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post