Kontraktor Ogah Bersaksi Terkait Kasus Kematian Dua Bocah di Mattoangin

LIMAPAGI - Polisi mendapatkan kendala dalam penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap penyebab kematian dari dua orang anak laki-laki di kubangan air proyek Stadion Mattoanging Kota Makassar. Polisi sebut kontraktor stadion ogah bersaksi jika tak dibiayai.

Kapolsek Mariso, AKP Anita Taherong, mengatakan proses penyelidikan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi ini masih akan terus dilakukan. Hanya saja, saksi dari kontraktor atau pemenang lelang stadion Mattoanging enggan memenuhi panggilan polisi dengan alasan tidak memiliki biaya.

"Yang bersangkutan menelpon ke penyidik, bisa datang memenuhi surat kami dengan ketentuan mau membiayai tiketnya," kata Anita Taherong kepada Limapagi, Selasa 29 Juni 2021.

Pemenang lelang pembongkaran proyek stadion Mattoanging tersebut, sudah dua kali dilakukan pemanggilan oleh polisi, untuk dimintai keterangan terkait adanya kubangan air yang menyebabkan dua orang bocah tewas tenggelam. Akan tetapi, pihak kontraktor terus mangkir dari panggilan polisi. Alasan mereka karena berada di Jakarta.

"Kami terkendala, pemenang lelang posisi ada di Jakarta dan kami sudah melakukan persuratan untuk datang ke kantor, namun dua kali surat panggilan kami tak dipenuhi," ungkapnya.

Menurut AKP Anita, keterangan kontraktor ini sangat dibutuhkan dalam mengungkap penyebab kematian korban. Bahkan akan menjadi saksi kunci. Hanya saja, kontraktor tidak kooperatif. Namun, Anita mengaku akan terus mengusut kasus kematian dua bocah tersebut hingga tuntas.

"Intinya kasus ini berproses terus, cuma ada beberapa kendala yang kami temui. Tapi, insya allah berproses terus karena kami juga tidak mau terbebani dengan kasus tersebut," tambahnya.

Selain menggenjot pemeriksaan saksi, AKP Anita juga menelusuri alat yang digunakan untuk menggali kubangan maut itu. Polisi wanita ini berjanji akan menyita alat berat tersebut, jika kasusnya sudah masuk dalam penyidikan.

"Penyitaan belum kami lakukan, karena masih tahap penyelidikan dan penyitaan itu masuk ke ranah penyidikan,"kata Mantan Kasat Reskrim Polres Pangkep ini.

Dalam proyek Stadion Mattoanging, diduga terdapat kelalaian dari pihak penanggung jawab. Pasalnya, lokasi mega proyek tidak memenuhi standar keamanan. Masyarakat bebas keluar masuk. Di tambah lagi, pihak yang telah membongkar stadion tersebut, tidak melakukan tahap pemeliharaan yang berujung tiga anak tenggelam di kubangan air bekas galian.

Sehingga, Polrestabes Makassar akan terus mengusut kasut ini. Berbagai pihak diduga yang mengetahui proyek stadion tersebut, akan segera dipanggil dimintai keterangan, termasuk pemerintah dan pihak kontraktor.

Sebelumnya, tiga anak laki-laki dikabarkan tenggelam di kubangan air bekas galian di lokasi mega proyek pembangunan Stadion Mattoanging, Jalan Cendrawasih Makassar, Minggu, 23 Mei 2021. Dua anak ditemukan meninggal dan satu selamat tapi kritis.

Kedua bocah yang tewas tenggelam ini, masing-masing, Muh Nurfaidz Adli Nur, 13 tahun dan Ahmad Yusuf Ilham Fajri, 15 tahun. Sementara yang selamat bernama, Sareka, 15 tahun. Ketiga anak ini tercatat tinggal di Jalan Kakatua II, Kota Makassar.

&

KABAR LAINNYA

Discussion about this post