Kisah Spesial Olimpiade Tokyo di Mata Pelatih Eko Yuli Irawan

LIMAPAGI – Kisah menarik datang dari Lukman, pelatih Eko Yuli Irawan, selama Olimpiade Tokyo 2020.

Lukman dihadirkan khusus National Olympic Committee (NOC) Indonesia dari tim angkat besi Thailand dengan status pinjaman.

Baca Juga: Gubernur Jatim Sematkan Tanda Kehormata kepada Eko Yuli Irawan

Sebelumnya, Eko sempat bersitegang dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) angkat besi lantaran keinginannya dilatih Lukman urung terwujud.

Akhirnya, NOC Indonesia berhasil meminjam Lukman sementara waktu untuk mempersiapkan Eko bertarung pada Olimpiade Tokyo.

Skenario itu berbuah manis. Lukman bisa melihat Eko Yuli Irawan mampu menyumbangkan medali perak angkat besi nomor 61 kg.

Terlepas dari itu, dia mengapresiasi perlakuan kepada kontingen Indonesia baik pelatih, atlet, maupun tim pendukung.

“Saya sudah lima kali ikut mendampingi atlet angkat besi pada Olimpiade, tetapi baru kali ini saya merasakan pelayanan yang berbeda.”

“Bukan cuma atlet yang mendapat perhatian, tetapi juga pelatih dan tim pendukung. Fasilitas kamar diberikan sangat layak.”

“Kami mendapat tes PCR dan antingen berkala karena menjalankan pelatnas pada masa pandemi ini dan tidak ada perlakuan berbeda,” kata Lukman.

Ya, Lukman mengatakan baru kali ini merasa dukungan terhadap kontingen Indonesia yang berjuang di multiajang internasional begitu istimewa.

Mulai dari persiapan, keberangkatan, pelayanan selama di Perkampungan Atlet, hingga kepulangan.

“Mungkin saat Pak Okto (Raja Sapta Oktohari/Presiden NOC Indonesia) menjadi CdM (Chef de Mission) pada 2016, atlet juga mendapat penerbangan kelas bisnis saat ke Rio de Janeiro.”

“Saat beliau menjabat sebagai Presiden NOC Indonesia sekarang, hal itu dipertahakan, bahkan lebih baik.”

“Apresiasi-apresiasi yang diterima saat ini untuk pelatih juga luar biasa. Ini membuktikan bahwa beliau benar-benar memiliki komitmen serius untuk olahraga Indonesia,” ujar Lukman.

Salah satu perlakuan istimewa tak lain soal memenuhi kebutuhan dan keinginan atlet, seperti contoh Eko Yuli Irawan.

“Tanpa ada surat permintaan dari NOC Indonesia, mungkin saya tidak diizinkan Federasi Angkat Besi Thailand. Apalagi, saya masih terikat kontrak.”

“Pak CdM Rosan (Roeslani) juga sangat memerhatikan atlet dan ofisial sehingga kami sering diajak berdiskusi,” kata Lukman.

Sementara itu, Lukman bukan sosok baru di dunia angkat besi Indonesia. Ia merupakan pelatih yang telah mengantarkan Eko Yuli Irawan meraih perunggu dan Triyatno meraup perak pada Olimpiade London 2012.

Baca Juga: Mimpi Eko Yuli Irawan Buat Tempat Latihan dan Cetak Lifter Andal&

Namanya sempat hilang dari Tanah Air mengingat dia menjalin kontrak dengan Federasi Angkat Besi Thailand.

Sebelum menangani tim angkat besi Thailand, Lukman pernah mendampingi lifter-lifter Indonesia, seperti Eko Yuli Irawan, pada Olimpiade Sydney 2000, Athena (2004), Beijing (2008), dan London (2012).

KABAR LAINNYA

Discussion about this post