Ada Perdagangan Daging Anjing di Pasar Senen, Anies Disomasi ADI

LIMAPAGI - Komunitas pelindung satwa, Animal Defenders Indonesia (ADI) melayangkan somasi kepada PD Pasar Jaya menyusul temuan adanya pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang menjual daging anjing.

Somasi tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kementerian Pertanian (Kementan), serta jajaran terkait.

"Penjualan daging anjing di PD Pasar Jaya di Pasar Senin, Jakpus ini sudah berlangsung sangat lama, dan bergandengan dengan daging- lain di sana," tulis Instagram @animaldefendersindo, dikutip Senin, 13 September 2021.

ADI menyampaikan, pembiaran ini adalah bentuk dukungan pasif pada hal yang melanggar Undang-Undang (UU). Pelanggaran perundangan yang dimaksud diantaranya yakni UU Perlindungan Konsumen dan UU Pangan.

Baca Juga: Ketinggian Timbunan Sampah di TPST Bantargebang Capai Batas Maksimal

Disebutkan juga, kemungkinan besar dalam memenuhi pasokan fenomena penjualan daging anjing ini melibatkan sindikat pencurian anjing peliharaan di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

ADI menyebut, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, diketahui bahwa pada satu lapak biasa menjual minimal 4 ekor daging anjing dalam sehari . Para pedagang juga mengaku sudah beroperasi selama lebih dari 6 tahun.

"Mari kita kalkulasi. 6 tahun × 365 hari × 4 ekor = 8.760 ekor sudah mereka jagal dan jual. Belum lagi jika hari-hari raya dan hari-hari besar lainnya," tulis ADI.

Lebih lanjut dipaparkan, angka tersebut barulah hitungan pada 1 lapak, sementara di Pasar Senin sendiri setidaknya terdapat 3 lapak penjual daging anjing. Maka 1 pasar saja, dalam 6 tahun, menghabiskan 26.280 ekor anjing.

Lebih dari pada itu, Pasar Senin hanyalah salah satu pasar di Ibu Kota yang melanggengkan aktivitas jual beli daging anjing, dan tentunya masih banyak titik penjualan lainnya di DKI Jakarta.

"26.280 ekor anjing itu tidak mungkin didapatkan dari wilayah DKI sendiri. Tentu, ini didatangkan dari wilayah lain," sebut ADI.

Pasokan daging anjing diduga berasal dari daerah Jawa Barat, meliputi; Sukabumi, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, yang mana diketahui masih terdapat kasus-kasus rabies tanpa henti.

"Bagaimana DKI mau mempertahankan predikat bebas rabies tapi masih membiarkan praktik jagal anjing ini langgeng di ketiaknya sendiri?" tegas ADI.

Video yang menampilkan praktik penjualan daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat viral di media sosial jelang akhir pekan kemarin. Aktivitas jual beli satwa peliharaan itu pun menjadi sorotan warganet dan mengundang kegeraman karena dinilai melanggar perundang-undangan.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.