Jakarta – Sebanyak 33 RT di wilayah DKI Jakarta masih terendam banjir imbas curah hujan yang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, ketinggian air di 33 RT itu mulai dari 30 sentimeter (cm) sampai 1,2 meter.
Kepala Kesatuan Pelaksana (Kasatpel) Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang belum menjelaskan lebih lanjut penyebab banjir di 33 RT tersebut tak kunjung surut.
Michael hanya menerangkan bahwa banjir yang berlangsung sejak dini hari tadi disebabkan oleh hujan deras, dan luapan aliran Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Sejumlah antisipasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pun dipertanyakan lantaran banjir masih terjadi di sejumlah titik.
Turap Kali Baru bocor Warga Jalan Rahayu, Kalibaru, Kramatjati, Jakarta Timur, mengeluhkan kondisi tanggul atau turap aliran Kali Baru yang bocor sehingga menyebabkan banjir. Pemprov DKI pun menyiapkan pompa untuk mengatasi banjir.
“Penanganan genangan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta adalah dilakukan penyiagaan satgas di lapangan dan operasional pompa, baik stasioner maupun pompa mobile,” kata Plt Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, kepada wartawan, Kamis (30/11/2023).
Dia mengatakan Pemprov DKI telah menyiagakan 578 unit pompa di 202 lokasi. Ada juga 557 unit pompa mobile yang bisa dikerahkan untuk menyedot air.
“Sarana dan prasarana penanganan banjir yang disiagakan oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta yaitu pompa stationer sebanyak 578 unit di 202 lokasi, alat berat sebanyak 251 unit, pompa mobile sebanyak 557 unit, pintu air sebanyak 845 unit di 589 lokasi, dan pasukan biru sebanyak 4.189 personel,” katanya.
Dia mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perangkat masyarakat untuk terus menjaga kebersihan saluran air termasuk selokan di depan rumah.
“Kami turut melakukan upaya imbauan/sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat melalui media sosial, serta ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan saluran air, mulai dari selokan depan rumah hingga kanal/sungai, dan tidak membuang sampah sembarangan,” tutur Ika.


