|

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ternyata telah mengusut rekening Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sejak sebulan yang lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPATK Ivan Yustiavandana, Jumat (6/10/2023).

“Memang kami sudah kirim hasil analisis sejak bulan lalu,” kata Ivan.

Ivan mengatakan, pihaknya hingga kini masih terus berkoordinasi dengan KPK untuk mengusut aliran uang di kasus Syahrul Yasin Limpo. Hasil yang ditemukan oleh PPATK memang menunjukan adanya transaksi yang janggal.

“Ya indikasi tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Sementara itu, sepulang lawatan ke Eropa Syahrul Yasin Limpo langsung mengambil sikap. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengumumkan status tersangka secara resmi, pria kelahiran Makassar 68 tahun lalu itu mengirim surat pengunduran diri sebagai Menteri Pertanian yang diterima oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Syahrul menegaskan akan menghadapi proses hukum. Sebagai orang Bugis Makassar, ia menyebut harga dirinya jauh lebih tinggi dari jabatan.
“Saya orang Bugis Makassar dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat atau jabatan. Biarkan saya hadapi ini, dan beri saya kesempatan membuktikan bahwa saya terbiasa urus rakyat,” kata Syahrul di kantor Kemensetneg, Jakarta, (5/10/2023).
“Saya harap tidak akan sedikit pun mengganggu kinerja Pak Presiden. Lebih baik saya ambil sikap seperti ini,” katanya. Meski siap menghadapi proses hukum, SYL mengaku baru kali ini menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi, ia telah berada di pemerintahan selama puluhan tahun.
“Saya meniti karier mulai dari lurah, camat. Saya 25 tahun jadi kepala daerah. 10 tahun jadi bupati, wakil gubernur 5 tahun, 10 tahun jadi gubernur dan baru saya merasa hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Share.
Exit mobile version