Jepang – Penyelidikan masalah pelanggaran regulasi yang dilakukan produsen otomotif Jepang terus bergulir. Pemerintah telah mengimbau semua produsen berinisiatif melaporkan pelanggaran yang telah dilakukan, sebelum hal itu diungkap oleh pemeriksaan yang dilakukan tim khusus bentukan pemerintah.
Pada hari Kamis (6/6), tim khusus bentukan pemerintah Jepang memeriksa kantor pusat Yamaha Motor Co. yang ada di Prefektur Shizuoka. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan Yamaha banwa telah ada uji kebisingan yang dilakukan secara tidak tepat dan adamya praktik pemalsuan data dalam beberapa pengujian lain. Sebagai konsekuensinya, pengiriman motor type YZF-R1 untuk sementara dihentikan.
Sementara itu, kemarin tim khusus juga mendatangi Toyota Motor Corp. guna mendalami dugaan uji sertifikasi kendaraan yang tidak tepat. Semua hasil pemeriksaan akan didalami untuk menentukan sanksi yang tepat.
Toyota, Honda Motor Co., Mazda Motor Corp., dan Suzuki Motor Corp. mengakui telah melakukan pelanggaran regulasi. Meski diapresiasi karena merupakan bentuk kejujuran, banyak pihak pengecam pelanggaran tersebut karena merusak reputasi mobil dan sepeda motor Jepang secara signifikan.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang menyatakan akan memutuskan apakah penarikan kembali diperlukan setelah memeriksa apakah kendaraan dari perusahaan-perusahaan tersebut memenuhi standar keselamatan dan lingkungan.
Kementerian berencana menyelidiki tiga perusahaan lainnya dalam waktu dekat. Pelanggaran terbaru ini ditemukan setelah kementerian transportasi menginstruksikan 85 produsen mobil dan pemasok suku cadang menyelidiki apakah sertifikasi diperoleh secara benar menyusul serangkaian skandal serupa di perusahaan-perusahaan dalam grup Toyota pada 2022 dan setelahnya.


