|

Jakarta – Perjuangan Indonesia U23 untuk bermain di kancah Olimpiade 2024 harus terhenti setelah dikalahkan Guinea U23 dengan skor tipis 0-1 lewat gol penalti Ilaix Moriba di menit ke-29.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menekankan, permainan Indonesia U23 terutama di babak pertama jelas terlihat bermain seperti penuh tekanan, banyaknya salah passing dan membuat pemain Guinea lebih menguasai pertandingan. Hal ini sangat disayangkan karena sebenarnya Guinea sendiri tidak tampil istimewa pada pertandingan itu.

“Gol Guinea yang tercipta di babak pertama sebenarnya mengingatkan kita pada gol kedua Korea Selatan ke gawang Indonesia pada Piala Asia U23 yang lalu di mana saat kita melakukan serangan, kita kehilangan konsentrasi pertahanan yang membuat pemain lawan bisa melakukan serangan balik yang cepat. Tim kita hanya menyisakan dua pemain di belakang dan pada pertandingan semalam menghasilkan tendangan penalti,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan, Indonesia U23 tidak menunjukan permainan seperti menghadapi Australia, Yordania ataupun Korea Selatan ataupun saat melawan Irak di Piala Asia U23 sebelumnya. Tampak ada beban yang membuat para pemain tidak bermain lepas dan tidak menunjukan fighting spirit.

“Mungkin karena ini adalah kesempatan terakhir kita untuk lolos ke Olimpade Paris dan ini yang membebani para pemain kita,” ungkapnya.

Permainan Indonesia U23 justru membaik saat Guinea gagal menambah keunggulan lewat penalti keduanya, setelah moment itu baru pemain kita bermain lepas dan berani melakukan serangan dan menguasai permainan. Sayangnya waktu tidak cukup untuk timnas kita menyamakan kedudukan.

Apapun itu, kita harus bangga dengan usaha keras Garuda muda yang telah berjuang dan bisa melangkah hingga sejauh ini. Jangan sampai ada perlakuan yang memojokkan pemain seperti yang dialami Marcelino Ferdinand sebelumnya. dan ini juga mungkin bisa dialami pemain lainnya seperti Elkan Baggot terkait ketidak hadirannya pada pertandingan semalam, karena bully seperti itu bisa berpengaruh negatif terhadap mental seorang pemain.

Indro meminta kita juga harus menyadari kalau harapan dan target yang terlalu tinggi dan semakin meningkat dari pertandingan ke pertandingan juga bisa membebani para pemain.

“Kita tahu target awal Timnas U23 di Piala Asia U23 adalah lolos dari fase grup, namun setelah lolos, target itu selalu ditambah,” tukasnya.

Untuk itu, fans sepak bola Indonesai harus memberi dukungan kepada para pemain apapun hasil pertandingan bukan malah membully para pemain.

“Kita jangan juga menanggapi kekalahan ini dengan komentar-komentar berbau rasis pada akun Guinea. Sepak bola adalah alat persatuan dunia, sehingga pernyataan rasis akan menciderai semangat yang terkandung dalam sepak bola. Kita harus menerima kekalahan dengan hal-hal positif dan jauhkan hal-hal memalukan seperti itu,” pungkasnya.

Share.
Exit mobile version