Jakarta – Mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di kantor Kemenko Perekonomian. Pertemuan tersebut membahas kerjasama antar kedua negara serta dinamika situasi geopolitik terkini. Salah satu hal yang dibahas adalah konflik antara Israel dengan Iran yang belakangan kian memanas.
“Jordan, Mesir, Saudi, tidak ada kepentingan, kemudian Israel sendiri dengan Hamas juga sudah sangat kerepotan, kemudian dengan Hizbullah mereka juga kerepotan, jadi kalau kita lihat per siang hari ini reaksi daripada Iran juga masih sangat terbatas,” jelas Airlangga.
Jika ditelisik, sebenarnya saling serang menggunakan drone yang kini terjadi hanya karena ingin menjaga harga diri negara masing-masing. Dampak yang ditimbulkan pun tidak terlalu berarti.
“Dalam politik ini disebut tit for tat, artinya penyelamatan muka. Balas membalas tapi skalanya kecil. Diharapkan tidak menimbulkan efek lanjutan dan tentu ini hal yang tidak diinginkan dunia,” imbuhnya.
Tony Blair secara khusus menyoroti peranan Indonesia dalam menjaga kestabilan geopolitik di kawasan Indo Pasifik. Ia berharap peranan Indonesia dapat makin ditingkatkan, sehingga stabilitas keamanan kawasan terjaga. Supaya dengan demikian, perekonomian di kawasan ini dapat terus berkembang.
“Jika kawasan Indo Pasifik jadi kawasan bebas konflik, pertumbuhan ekonomi bisa kita dorong dan kawasan Indo Pasifik bisa menjadi salah satu kawasan yang menjadi perhatian dunia. Posisi Indonesia sangat strategis. Momen itu harus kita manfaatkan,” kata Blair.




