Jakarta – Beberapa hari jelang Lebaran, Jasa Marga terus mempersiapkan diri guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di jalan tol. Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang keluar wilayah Jabotabek dari H-7 sampai H+2 lebaran atau 3-11 April 2024 yakni sebanyak 1,86 juta kendaraan. Jumlah tersebut naik 5,94 persen dibanding tahun lalu. Namun jika dibandingkan terhadap waktu normal naik 54,13 persen.
“Nah ini harus diantisipasi karena terhadap normal sudah naik 50%. Distribusi paling banyak ke Trans Jawa dan Bandung,” kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani.
Meski angka kendaraan keluar terbilang besar, jumlah kendaraan yang bakal masuk diprediksi akan lebih besar. Pada arus balik tanggal 10-18 April 2024 nanti, setidaknya 1,92 juta kendaraan akan masuk ke Jabotabek. Jumlah ini meningkat 4 persen dibanding tahun lalu.
“Distribusi masih banyak dari arah Trans Jawa dan Bandung. Mohon pengguna jalan menghindari tanggal yang diprediksi jadi puncak arus mudik yaitu 6 April dan arus balik 15 April. Jagan pula melakukan perjalanan di waktu favorit, seperti buka puasa dan beres sahur,” lanjutnya.
Guna membantu mobilitas masyarakat, tim Satuan Tugas Jasa Marga bakal memastikan terpenuhinya seluruh Standar Pelayanan Minimal (SPM), membatasi kegiatan konstruksi yang berpotensi mengganggu arus kendaraan, memantau kepadatan di titik-titik rawan, hingga menambah fasilitas pelayanan di rest area. Sedangkan untuk mendapatkan informasi terkini, pengguna jalan bisa mendapatkannya melalui Jasa Marga Tollroad Command Center maupun aplikasi Travoy.


