Istambul – Bank Sentral Turki (Central Bank of the Republic of Turkey/CBRT) membuat kebijakan mengejutkan, yaitu menaikkan nilai suku bunga hingga 50 persen. Keputusan ini dibuat hanya beberapa hari menjelang Pemilu daerah yang akan digelar pada tanggal 31 maret 2024 mendatang. Walau ada yang beranggapan keputusan ini bermotif politik, banyak pengamat menganggapnya sebagai kebijakan keuangan yang independen.
“Sikap moneter yang ketat akan dipertahankan sampai terjadi penurunan signifikan dan berkelanjutan dalam tren inflasi bulanan, dan ekspektasi inflasi menyatu dengan kisaran perkiraan yang diproyeksikan,” kata Bank Sentral Turki dalam keterangan resminya.
Piotr Matys, analis senior FX di InTouch Capital Markets di London, mengatakan kenaikan suku bunga itu cukup mengguncang pasar.
“Keputusan hari ini adalah sinyal yang sangat kuat bahwa Gubernur CBRT Fatih Karahan yang menggantikan Hafize Gaye Erkan (gubernur CBRT sebelumnya yang tiba-tiba mengundurkan diri) bertekad untuk mengendalikan inflasi yang sangat tinggi,” sebutnya.
Perekonomian Turki dalam beberapa tahun terakhir terus memburuk. Bahkan tingkat inflasi pada bulan Februari 2024 mencapai 67 persen. Keputusan CBRT menaikkan suku bunga diharapkan akan memperbaiki situasi, paling cepat pada pertengahan tahun ini.
Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, keputusan CBRT berhasil membuat Lira (mata uang Turki) menguat 1,5 persen terhadap dollar Amerika Serikat. Padahal sebelumnya nilai Lira terus menurun, sedangkan nilai obligasi dollar Turki terus naik. Di sisi lain, peningkatan suku bunga bakal menambah kenaikan biaya kredit dan memperberat penderitaan rakyat Turki yang sudah merana akibat dihantam krisis selama bertahun-tahun.


