Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan tata kelola dan integritas guna mendorong pertumbuhan ekosistem jasa keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Sayangnya hal itu masih terkendala beberapa hal, utamanya tingkat korupsi yang masin tinggi.
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menyebut turunnya ranking Corruption Perception Index (CPI) Indonesia tahun 2023 yang disertai penurunan nilai indeks integritas di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, menjadi salah satu fenomena yang harus dicermati.
“Perlu menjadi concern kita bersama,” kata Sophia saat menjadi pembicara dalam Governansi Insight Forum.
Oleh karenanya, OJK terus berupaya melakukan pembenahan integritas secara berkelanjutan serta memperluas ruang lingkup penerapan sertifikasi ISO 37001 SMAP. Salah satunya melalui diseminasi mandiri oleh satuan kerja first line.
“Serta penerbitan peraturan strategi anti-fraud yang terintegrasi untuk seluruh SJK,” tambahnya.
Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang diadakan KPK pada tahun 2023, OJK mendapat nilai 83,26. Sementara rata-rata Kementerian/Lembaga/Pemda se-Indonesia di nilai 70,97.
Governansi Insight Forum merupakan forum diskusi dari rangkaian kegiatan Roadshow Governansi OJK. Forum ini melibatkan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Agendanya membahas upaya-upaya penegakan integritas di internal masing-masing, khususnya dalam menindaklanjuti rekomendasi SPI yang diadakan KPK setiap tahun.




