Yerevan – Keputusan Armenia menangguhkan partisipasinya dalam aliansi pertahanan CSTO (Collective Security Treaty Organization) mengejutkan Rusia. Juru Bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, bahkan sampai meminta penjelasan langsung dari pihak Armenia.
“Kami menginginkan penjelasan lebih lanjut terkait keputusan Armenia soal ini. Kami akan menghubungi Armenia dan mengklarifikasi apa yang sebenarnya dikatakannya,” terang Peskov, dikutip Armen Press.
Sikap Armenia sebenarnya tidak mengejutkan. Bagaimanapun Armenia merasa kecewa dengan CSTO yang dinilai tidak berbuat apapun saat pecahnya konflik Nagorno Karabkh. Dalam konflik yang melibatkan Armenia dengan Azerbaijan tersebut, berulang kali permintaan dukungan yang disampaikan Armenia tidak mendapat tanggapan memuaskan. Termasuk dari Rusia yang menjadi motor utama CSTO.
“CSTO tidak berhasil memenuhi objektifnya sejauh yang dikhawatirkan oleh Armenia, terutama pada 2021 dan 2022. Kami tidak boleh membiarkan itu terjadi tanpa memberitahukan soal itu,” ungkap oleh Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, dikutip Reuters.
Sejak kejadian itu, Armenia mulai menjaga karak dengan Rusia. Bahkan saat ini dirumorkan sedang menjajaki wacana penutupan pangkalan militer Rusia yang ada di wilayahnya.
Sementara itu, Belarus selaku sesama anggota CSTO, berharap masalah ini tidak berimbas pada hubungan diplomatik maupun kerjasama lainnya dengan negara-negara anggota CSTO yang lain.
“Kami sudah mendengar wawancara Pashinyan di televisi Prancis dan kami tidak berpikir apapun untuk dikomentari. Kami memiliki hubungan baik dengan Armenia. Armenia tetap akan menjadi rekan baik kami. Masalah dalam CSTO memang mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Belarus Anatoly Glaz.


