Jakarta – Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa presiden dan menteri boleh kampanye dan memihak menimbulkan kontroversi di masyarakat, termasuk di media sosial.
Tak hanya mempertanyakan soal netralitas Jokowi selaku kepala negara dalam menyikapi kontestasi Pemilu 2024, beredar pula 2 versi video pernyataan Jokowi terkait keterlibatan pejabat publik dalam kampanye yang bertolak belakang.
Sejumlah influencer menggunggah video yang mengolaborasikan 2 versi pernyataan Jokowi mengenai keterlibatan pejabat publik dalam kampanye Pemilu 2024.
Pada bagian pertama, cuplikan video menunjukkan pernyataan Jokowi pada 1 November 2023. “Perlu saya sampaikan bahwa pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah pusat semua harus netral, ANS semua harus netral, TNI semua harus netral.”
Sedangkan pada bagian kedua, cuplikan video menunjukkan pernyataan Jokowi pada Rabu (24/1/2024).
“Hak demokrasi, hak politik setiap orang, setiap menteri sama saja. Yang paling penting presiden itu boleh loh kampanye, presiden itu boleh loh memihak. Boleh. Kita ini kan pejabat publik, sekaligus pejabat politik. Masa begini gak boleh, boleh, menteri juga boleh.”
Pada bagian caption, video itu hanya menyertakan satu kalimat pendek, yaitu “Biarkan kalian yang menilai. Ketika kekuasaan itu sangat menggiurkan segala cara akan dilakukan.”
Video tersebut beredar di media sosial seperti di Instagram dan TikTok, yang diunggah oleh para influeser yang sebagian besar adalah pendukung Jokowi saat maju di Pilpres 2014 dan 2019.
Salah satunya adalah Iwan Setiawan dengan akun Instagram @iwanchan. Unggahan Iwan tersebut telah dilihat lebih dari 34.600 kali.
Hal yang sama juga dilakukan influencer Ned Dean dengan akun Instagram bernama @nedcromagnon. Unggahannya telah dilihat lebih dari 36.000 kali.
Tidak Konsisten
Unggahan tersebut seolah menunjukkan rasa kecewa mendalam dari para influencer yang ternyata mewakili perasaan netizen atau warga net.
Dalam unggahan @iwanchan, netizen berkomentar tentang pernyataan Jokowi yang menelan sendiri ludahnya. Bahkan ada yang mengungkap fakta lain tentang sikap Jokowi yang tidak konsisten.
“Dulu Pak Jokowi juga bilang, ga mungkin Gibran maju calon presiden. 1. Masalah Umur, 2. Pengalaman baru 2 tahun jadi wali kota. Dan yg terjadi sekarang?” kata netizen dengan nama @duanaheloudi.
Ada juga yang menyebut pernyataan Jokowi tentang presiden dan menteri boleh berkampanye serta memihak lebih menunjukkan posisinya sebagai juru kampanye (jurkam) dibandingkan seorang kepala negara.
Video lain yang menunjukkan ketidakonsistenan Jokowi juga diunggah pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, yang terkenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah di Bidang Pertahanan dan Keamanan.
Dalam akun Instagram pribadinya, Connie menggunggah video singkat yang memuat beberapa pernyataan Jokowi terkait Gibran yang diusung menjadi cawapres dan kemudian arahan agar pejabat publik bersikap netral dalam Pemilu 2024.
Uniknya, Connie tidak membuat komentar panjang lebar dalam unggahan tersebut, tetapi hanya menulis kalimat pendek, “Presiden atau Preseden.”
Video yang diunggah di TikTok dan juga Instagram tersebut telah ditonton lebih dari 61.500 kali dan disukai lebih dari 3.900 netizen.


