Surabaya – Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD berdiskusi bersama ratusan milenial dan gen z di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dalam acara ‘Tabrak Prof!’.
Diskusi digelar di Sedulur Tunggal Kopi (STK), Jalan Ngagel Madya No 38-40, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Jatim pada Rabu (10/1/2024) malam.
Dalam kesempatan itu, Mahfud mewarkan sejumlah program andalan bersama pasangan capresnya, Ganjar Pranowo. Salah satunya adalah ‘Gratisin: Internet Super Cepat, Gratis, dan Merata’.
“Kita punya program namanya Gratisin. Gratisin itu kita mau menggratiskan wifi di berbagai tempat agar akses internet itu lebih mudah,” kata Mahfud.
Mahfud menyampaikan, tak hanya anak sekolah, saat ini internet merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi penduduk yang memasuki usia produktif seperti milenial dan gen z.
Ketiadaan internet, dikatakan Mahfud, dapat mengganggu produktivitas tersebut sehingga membatasi anak muda untuk berkarya. Tak terkecuali bagi mereka yang ingin merintis usaha.
“Kalau tidak ada akses (internet), anak muda dan pengusaha muda itu kehilangan peluang. Jadi kalau kaitannya dengan warung kopi ini (STK), kalau menyediakan internet pengunjungnya banyak,” kata Mahfud.
Oleh sebab itu Mahfud bertekad memberikan kesempatan luas bagi milenial, gen z, dan para pengusaha muda agar bisa mengembangkan kreativitas serta menaikkan perekonomiannya lewat ketersediaan internet gratis.
“Kalau di Indonesia kadang internetnya macet, sehingga pelayannya tidak ada, macem-macem. Itu harus kita atasi supaya bangsa ini lebih maju,” pungkas Mahfud.
Sementara salah satu anak muda sekaligus pegiat UMKM dari salah satu universitas di Surabaya, Pingki, sepakat dengan apa yang disampaikan Mahfud soal kebutuhan internet gratis.
Namun demikian Pinki berharap ke depannya pemerintah bisa terus membantu pengembangan UMKM. Tidak hanya kebutuhan internet, tapi juga legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga akses permodalan dan pelatihan.
“Kita ini generasi muda, UMKM mahasiswa yang tersebar di Jatim. Itu punya potensi yang besar tapi kami belum dapat kesempatan,” keluh Pingki kepada Mahfud.



