Jakarta – Indonesia kembali jadi sorotan dunia internasional. Sayangnya, bukan dari hal yang positif. Harian ternama Amerika Serikat ‘New York Times’ menyoroti peluang dimulainya dinasti Presiden Indonesia Joko Widodo dalam artikelnya pada Minggu (7/1/2024).
Memasang judul ‘For Indonesia’s President, a Term Is Ending, but a Dynasty Is Beginning,’ media yang didirikan pada 18 September 1851 ini membahas terpilihnya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (36), sebagai calon wakil presiden nomor urut 02 mendampingi calon presiden Prabowo Subianto. Disebutkan bahwa Gibran dapat maju ke pemilu 2024 setelah Mahkamah Konstitusi yang dipimpin pamannya, Anwar Usman, mengubah batas usia minimal seseorang untuk menjadi capres atau cawapres.
Lead awal tulisannya sangat menohok,
“Not long ago, the eldest son of President Joko Widodo of Indonesia was running a catering business and a chain of dessert shops. Now he is the symbol of a budding political dynasty and the beneficiary of family maneuvering.
With the help of a high court ruling led by his uncle, the president’s son, Gibran Rakabuming Raka, 36, has emerged as the leading candidate for vice president in next month’s national elections. If his ticket wins, he would become Indonesia’s youngest vice president ever.”
Kemudian, disinggung pula pernyataan Gibran sebelum keputusan MK yang merasa dirinya belum layak karena belum sampai tiga tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo. “Saya masih baru banget, masih banyak yang harus saya pelajari. Jadi ya kalau dari wali kota ke cawapres itu loncatnya terlalu tinggi,” kata Gibran dalam wawancara dengan Kompas TV pada 28 Juli 2023, yang dikutip New York Times.
New York Times juga mewawancarai salah satu warga Solo mengenai kesiapan Gibran jika nantinya menjadi wakil presiden. “Seharusnya setiap orang mengawali karir dari bawah, sehingga nanti benar-benar punya pengalaman dan dewasa. Ini soal mengelola negara, bukan sekadar sebuah kota,” kata Paryani, penjual pisang di Pasar Gede.
Sementara itu, ada kekhawatiran dari Neiva Kayla, pemilih pemula berusia 17 tahun bahwa Gibran akan melakukan segala cara untuk menguntungkan diri sendiri, berkaca dari perubahan aturan yang membuatnya dapat ikut pemilu 2024.
“Gibran akan melakukan segala hal untuk keuntungan dirinya,” kata Neiva.


